Bengkulu — Upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan pemasyarakatan terus digencarkan. Kali ini, Tim Tenaga Kesehatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan bagi warga binaan di Blok D Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Rabu (22/04).
Kegiatan penyuluhan ini menghadirkan tiga materi penting yang relevan dengan kebutuhan kesehatan sehari-hari. Materi pertama mengenai Sadar Budaya Hidup Sehat disampaikan oleh Desti Aliah Faradika, yang menekankan pentingnya pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah preventif dalam mencegah berbagai penyakit.
Selanjutnya, Annisa Nafisa membawakan materi tentang Hipertensi, dengan memberikan pemahaman mengenai faktor risiko, gejala, serta cara pengendalian tekanan darah agar tetap stabil. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan warga binaan terhadap penyakit yang sering disebut sebagai “silent killer” tersebut.
Sementara itu, dr. Reni Wahyu Novianti menyampaikan materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang meliputi teknik penanganan awal pada kondisi darurat, seperti henti napas dan henti jantung. Materi ini memberikan bekal keterampilan dasar yang dapat menjadi langkah penyelamatan sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari habituasi aktualisasi Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS, yang bertujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN melalui aksi nyata di lapangan, khususnya dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan warga binaan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan diri serta mampu menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari di dalam lapas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen pemasyarakatan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang edukatif, preventif, dan humanis.