Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Utama Lapas Bengkulu, Kamis (17/09/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran Petugas/ASN Lapas Bengkulu, Taruna dan Taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas), serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Momentum tersebut menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, serta semangat pengabdian dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.
Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 17 pada lingkungan instansi pemerintah pada dasarnya tidak hanya menjadi agenda seremonial. Pemerintah sebelumnya menempatkan pelaksanaan upacara rutin tersebut sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan rasa nasionalisme, pengabdian, tanggung jawab, dan disiplin aparatur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam konteks pemasyarakatan, nilai-nilai tersebut memiliki arti penting. Pelaksanaan tugas tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga mencakup pelayanan serta pembinaan WBP sebagai bagian dari proses mempersiapkan mereka untuk kembali ke masyarakat.
Hal tersebut tercermin dari keterlibatan WBP dalam pelaksanaan upacara. Sejumlah WBP yang sebelumnya mengikuti pembinaan kepramukaan dipercaya menjalankan tugas sebagai pengibar bendera.
Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan kepribadian yang memberikan kesempatan kepada WBP untuk mempraktikkan secara langsung nilai disiplin, kekompakan, ketelitian, keberanian, tanggung jawab, dan kepemimpinan.
Sehari sebelumnya, Rabu (16/09/2026), Lapas Bengkulu juga melaksanakan pembinaan kepramukaan bagi WBP dengan materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan tugas-tugas petugas upacara. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Rabu bekerja sama dengan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang 0704 Kota Bengkulu.
Dengan demikian, keterlibatan WBP sebagai pengibar bendera dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional bukan sekadar penugasan teknis, tetapi menjadi bagian dari penerapan hasil pembinaan. WBP diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri melalui kegiatan yang terarah dan positif.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat pembinaan pemasyarakatan yang menempatkan WBP sebagai individu yang perlu mendapatkan pembinaan secara bermartabat serta dipersiapkan untuk menjalani kehidupan kembali di tengah masyarakat. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan juga menekankan pentingnya pembinaan yang bermartabat dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Bagi jajaran Lapas Bengkulu, Hari Kesadaran Nasional menjadi pengingat untuk terus menjaga integritas, kedisiplinan, profesionalitas, serta kualitas pelayanan. Sementara bagi WBP, kesempatan terlibat dalam kegiatan kenegaraan menjadi bagian dari pengalaman pembinaan yang diharapkan dapat menumbuhkan karakter positif.
Melalui pelaksanaan upacara yang melibatkan seluruh unsur tersebut, Lapas Bengkulu menunjukkan bahwa pembinaan dan kedisiplinan dapat berjalan beriringan. Setiap kegiatan diarahkan tidak hanya untuk memenuhi rutinitas, tetapi juga memberikan pengalaman yang dapat membentuk sikap, tanggung jawab, dan kesiapan WBP untuk kembali berperan secara positif di tengah masyarakat.
Momentum Hari Kesadaran Nasional di Lapas Bengkulu pun menjadi pengingat bersama bahwa semangat pengabdian, disiplin, dan tanggung jawab merupakan nilai yang perlu dijaga oleh seluruh unsur pemasyarakatan—baik petugas maupun warga binaan—dalam mendukung terwujudnya pelaksanaan pemasyarakatan yang aman, tertib, humanis, dan berorientasi pada pembinaan.