Skip ke Konten

Paskah Penuh Hikmat di Balik Jeruji, WBP Lapas Bengkulu Ikuti Misa Bersama Penyuluh Kemenag

9 April 2026 oleh
Lapas Bengkulu

Bengkulu — Suasana khidmat dan penuh penghayatan menyelimuti Gereja Getsmany Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu saat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti ibadah Misa Paskah, Kamis (09/04). Kegiatan ini mengusung tema “Yesus Menampakkan Diri Kepada Para Rasul” sebagai refleksi iman atas kebangkitan Kristus yang membawa harapan baru bagi seluruh umat.

 

Ibadah berlangsung dengan penuh kekhusyukan, dipimpin oleh Romo RP. Paulus Yosse Pratama, SCJ, serta dihadiri oleh penyuluh agama Kristen Katolik dan Protestan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu bersama para relawan gereja. Kehadiran para pembimbing rohani ini memberikan penguatan spiritual bagi WBP dalam menjalani masa pembinaan.

 

Dalam homilinya, Romo Paulus Yosse Pratama menyampaikan bahwa kebangkitan Yesus Kristus menjadi simbol kemenangan atas kegelapan dan penderitaan, sekaligus membawa pesan harapan, pertobatan, serta kesempatan untuk memperbaiki diri. Ia mengajak seluruh WBP untuk menjadikan momen Paskah sebagai titik balik dalam kehidupan, dengan memperkuat iman serta semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

 

“Seperti para rasul yang awalnya diliputi keraguan, namun akhirnya dikuatkan oleh kehadiran Yesus, demikian pula kita diajak untuk bangkit dari keterpurukan dan menemukan harapan baru,” ungkapnya.

 

Kegiatan ibadah ini juga menjadi wujud nyata komitmen Lapas Kelas IIA Bengkulu dalam memberikan pembinaan kepribadian berbasis keagamaan kepada WBP. Melalui kegiatan spiritual seperti ini, diharapkan para WBP dapat menjalani proses pembinaan dengan lebih baik serta memiliki bekal moral dan spiritual saat kembali ke tengah masyarakat.

 

Pelaksanaan Misa Paskah di Gereja Getsmany ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan, menumbuhkan rasa damai, serta memperkuat nilai-nilai toleransi antarumat beragama di dalam lingkungan Lapas.

Share post ini