Bengkulu — Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu memfasilitasi kegiatan sosialisasi penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) Khanza yang dilaksanakan di Aula Utama Lapas, Senin (04/05).
Kegiatan ini merupakan bagian dari aktualisasi Latihan Dasar (Latsar) CPNS yang diinisiasi oleh dr. Bella Oktaviani. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus meningkatkan pemahaman petugas terhadap pemanfaatan sistem digital dalam pengelolaan data kesehatan warga binaan, sehingga pelayanan yang diberikan menjadi lebih efektif, efisien, dan terintegrasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat), Muhammad Aris Kurniawan, beserta jajaran. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, mulai dari pengenalan aplikasi Khanza hingga praktik penggunaannya dalam pencatatan rekam medis secara elektronik.
Dalam pemaparannya, dr. Bella Oktaviani menjelaskan bahwa penerapan Rekam Medis Elektronik Khanza diharapkan mampu meminimalisir kesalahan pencatatan manual serta mempercepat proses pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas. Selain itu, sistem ini juga memungkinkan penyimpanan data yang lebih aman dan mudah diakses oleh petugas yang berwenang.
Kasubsi Bimkemaswat, Muhammad Aris Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai sosialisasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital di bidang pelayanan kesehatan pemasyarakatan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh petugas dapat memahami dan mengimplementasikan sistem Rekam Medis Elektronik dengan baik, sehingga pelayanan kesehatan bagi warga binaan semakin optimal dan profesional,” ujarnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, Lapas Kelas IIA Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas layanan publik di bidang kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan.