Bengkulu – Operator Barang Milik Negara (BMN) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Annisa Amalia, mengikuti kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Barang Milik Negara yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bengkulu, Kamis (25/6). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan efektivitas edukasi dan komunikasi di bidang pengelolaan BMN bagi satuan kerja Kementerian/Lembaga di wilayah kerja KPKNL Bengkulu.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Ruang Rapat Utama Gedung Unit Layanan Terpadu Universitas Bengkulu dan melalui media daring tersebut diikuti oleh perwakilan satuan kerja dari berbagai instansi pemerintah, termasuk Lapas Kelas IIA Bengkulu sebagai salah satu Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Sosialisasi dibuka dengan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Lampung dan Bengkulu serta Kepala KPKNL Bengkulu. Selain itu, peserta juga menerima berbagai materi terkait pengelolaan BMN yang disampaikan oleh narasumber dari Kanwil DJKN Lampung dan Bengkulu serta Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara (PKN) KPKNL Bengkulu.
Salah satu materi utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah mengenai Peran BMN dalam Mendukung Program Asta Cita, yang menegaskan bahwa optimalisasi pengelolaan aset negara menjadi bagian penting dalam mendukung agenda prioritas pembangunan nasional. BMN tidak hanya berfungsi sebagai sarana penunjang tugas dan fungsi pemerintah, tetapi juga dapat didayagunakan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui berbagai program strategis nasional.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Operator BMN Lapas Bengkulu memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebijakan, tata kelola, serta pemanfaatan BMN yang efektif dan akuntabel. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pengelolaan aset negara di lingkungan Lapas Bengkulu sesuai dengan prinsip transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyampaikan bahwa pengelolaan BMN yang baik merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kinerja organisasi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi petugas yang menangani BMN perlu terus dilakukan agar seluruh aset negara yang berada di lingkungan Lapas Bengkulu dapat dikelola secara optimal dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan mengikuti sosialisasi ini, Lapas Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan tata kelola BMN yang profesional, tertib administrasi, serta mampu mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan dan pembangunan nasional melalui pengelolaan aset negara yang bernilai guna tinggi.