Skip ke Konten

Merokok Tak Hanya Merugikan Diri, Lapas Bengkulu Bekali Warga Binaan Pengetahuan Demi Masa Depan Keluarga

29 Juli 2026 oleh
Lapas Bengkulu

Bengkulu – Upaya membangun kualitas hidup warga binaan tidak hanya dilakukan melalui pembinaan kepribadian dan kemandirian, tetapi juga melalui edukasi kesehatan yang berdampak langsung bagi masa depan mereka bersama keluarga. Dengan semangat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu menggelar penyuluhan kesehatan bertema "Bahaya Merokok bagi Kesehatan" di Blok D, Rabu (29/07).

 

Kegiatan penyuluhan dipandu oleh Tenaga Kesehatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu, dr. Bella Oktaviani bersama Bidan Monica Susan Afriyani, serta didampingi tenaga kesehatan Klinik Pratama Lapas Bengkulu, Perawat Sirmawati dan Perawat Nurdianawati. Edukasi ini diikuti warga binaan dengan antusias sebagai bagian dari pembinaan kesehatan yang berkesinambungan.

 

Dalam penyampaiannya, dr. Bella menjelaskan berbagai dampak buruk kebiasaan merokok, mulai dari meningkatnya risiko penyakit jantung, stroke, gangguan pernapasan kronis, hingga berbagai jenis kanker. Tidak hanya membahayakan perokok aktif, paparan asap rokok juga menjadi ancaman serius bagi keluarga, khususnya anak-anak dan ibu hamil.

 

Lebih dari sekadar memberikan informasi medis, penyuluhan ini mengajak warga binaan untuk mulai membangun komitmen hidup sehat sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Kesadaran untuk mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan keluarga yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera setelah masa pembinaan berakhir.

 

Bagi keluarga warga binaan, perubahan pola hidup sehat ini memiliki arti penting. Kehadiran anggota keluarga yang terbebas dari kebiasaan merokok bukan hanya mengurangi risiko penyakit, tetapi juga dapat menghemat pengeluaran rumah tangga yang selama ini digunakan untuk membeli rokok. Dana tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan pendidikan anak, gizi keluarga, maupun pengembangan usaha setelah bebas nanti.

 

Petugas kesehatan juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk berdiskusi mengenai cara menghentikan kebiasaan merokok secara bertahap, mengenali gejala ketergantungan nikotin, serta menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga, konsumsi makanan bergizi, dan pengelolaan stres.

 

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Lapas Kelas IIA Bengkulu dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek kesehatan fisik maupun mental warga binaan. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan setiap warga binaan memiliki bekal pengetahuan untuk menjalani kehidupan yang lebih berkualitas serta menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab terhadap kesehatan diri dan keluarganya.

 

Dengan membangun kesadaran hidup sehat sejak berada di dalam lapas, proses pembinaan tidak hanya menghasilkan warga binaan yang siap kembali ke masyarakat, tetapi juga mampu menjadi sosok ayah, suami, maupun anggota keluarga yang lebih peduli terhadap kesehatan dan masa depan orang-orang yang mereka cintai.

Share post ini