Bengkulu – Integritas tidak dibangun hanya melalui aturan, tetapi melalui komitmen setiap insan yang mengemban amanah negara. Semangat itulah yang mengemuka saat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu mengikuti Sosialisasi Penjatuhan Hukuman Disiplin dan APIP Siaga "Konsultasi dan Menjaga Akuntabilitas di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bengkulu", yang dirangkaikan dengan penguatan oleh Inspektur Wilayah I Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Anak Agung Gde Krisna, Kamis (23/07).
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid dari Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bengkulu tersebut diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Imigrasi se-Provinsi Bengkulu, baik secara luring maupun daring. Lapas Kelas IIA Bengkulu diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Best Victor Fasharoza, bersama Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan, Idirman.
Dalam arahannya, Inspektur Wilayah I, Anak Agung Gde Krisna, menegaskan bahwa pengawasan internal bukanlah instrumen untuk mencari kesalahan, melainkan mitra strategis yang hadir untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Melalui pendekatan preventif, setiap satuan kerja didorong membangun budaya konsultasi, kepatuhan, serta penyelesaian permasalahan secara cepat dan tepat sebelum berkembang menjadi pelanggaran.
Materi penguatan yang disampaikan berfokus pada implementasi Program Unggulan Inspektorat Jenderal Tahun 2026, khususnya APIP Siaga, yang mengedepankan konsultasi dan supervisi sebagai upaya memperkuat akuntabilitas organisasi. Selain itu, dipaparkan pula pentingnya optimalisasi SIMWASTI (Sistem Pengawasan Berbasis Teknologi Informasi), program KAWAL sebagai pendampingan terhadap pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Pantau Imipas sebagai kanal pengaduan internal yang mendukung transparansi dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Keikutsertaan Lapas Kelas IIA Bengkulu dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen institusi untuk terus meningkatkan profesionalisme aparatur, memperkuat budaya disiplin, serta memastikan setiap pelaksanaan tugas berjalan sesuai prinsip good governance. Penguatan dari Inspektorat Jenderal diharapkan mampu menjadi bekal bagi seluruh jajaran dalam menjaga integritas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan pengawasan yang bersifat edukatif dan preventif, Lapas Bengkulu optimistis mampu mewujudkan lingkungan kerja yang semakin akuntabel, transparan, dan berintegritas. Sebab, kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui hasil kerja, tetapi juga melalui komitmen untuk senantiasa bekerja dengan jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.