Skip ke Konten

Lawan Cuaca Ekstrem, Jamur Tiram Lapas Bengkulu Mulai Bertunas, Panen Perdana Tinggal Hitungan Hari

4 Agustus 2026 oleh
Lapas Bengkulu

Bengkulu – Upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu dalam mengembangkan program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Di tengah cuaca panas yang cukup ekstrem melanda wilayah Bengkulu, budidaya jamur tiram yang dikembangkan di lingkungan Lapas tetap tumbuh dengan baik dan diperkirakan akan memasuki masa panen dalam beberapa hari ke depan.

 

Pada Selasa (04/08), Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Kelas IIA Bengkulu, Iskandar Muda, melakukan peninjauan langsung ke kumbung jamur tiram guna memastikan kondisi pertumbuhan jamur sekaligus mengevaluasi kesiapan menjelang panen perdana.

 

Dalam peninjauan tersebut, Iskandar Muda mengamati perkembangan sekitar 1.000 baglog jamur tiram yang telah dibudidayakan. Hasilnya, sejumlah baglog mulai memperlihatkan pertumbuhan tunas jamur, menandakan proses budidaya berjalan sesuai harapan meskipun menghadapi tantangan suhu lingkungan yang cukup tinggi.

 

Menurut Iskandar Muda, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan utama dalam budidaya jamur tiram. Suhu yang panas mengharuskan petugas melakukan perawatan ekstra, terutama dalam menjaga kelembapan kumbung agar tetap ideal bagi pertumbuhan jamur.

 

"Budidaya jamur tiram membutuhkan perhatian khusus terhadap suhu dan kelembapan. Meskipun beberapa pekan terakhir cuaca di Bengkulu cukup ekstrem, alhamdulillah pertumbuhan jamur tetap berjalan baik. Beberapa baglog sudah mengeluarkan calon tubuh buah, dan jika kondisi ini terus terjaga, dalam beberapa hari ke depan kita akan memasuki masa panen perdana," ujar Iskandar Muda.

 

Program budidaya jamur tiram ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diberikan kepada Warga Binaan. Selain membekali keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti, hasil panennya juga diharapkan mampu mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjadi produk unggulan hasil karya Warga Binaan Lapas Bengkulu.

 

Keberhasilan awal pertumbuhan jamur tersebut menjadi bukti bahwa inovasi pembinaan di Lapas Bengkulu mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan. Melalui pengelolaan yang tepat, budidaya jamur tiram diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi maupun edukatif.

 

Sejalan dengan arahan Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, seluruh program pembinaan kemandirian terus diarahkan agar menghasilkan karya yang produktif, bernilai ekonomi, serta mampu meningkatkan keterampilan Warga Binaan sebagai bekal reintegrasi sosial setelah kembali ke masyarakat.

 

Dengan panen perdana yang tinggal menghitung hari, Lapas Bengkulu optimistis budidaya jamur tiram akan menjadi salah satu ikon pembinaan kemandirian yang sukses, sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Share post ini