Skip ke Konten

Lapas Bengkulu Dorong Warga Binaan Tingkatkan Pendidikan Melalui Program PKBM

11 September 2026 oleh
Lapas Bengkulu

Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu terus memperkuat pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), salah satunya melalui pelaksanaan Program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Program tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh pendidikan serta mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.

 

Kegiatan PKBM yang dilaksanakan pada Sabtu (12/9/2026) diikuti oleh WBP peserta pendidikan kesetaraan. Kegiatan turut dihadiri perwakilan PKBM Songo Langit, jajaran Subsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), serta peserta PKBM dari kalangan warga binaan.

 

Dalam sambutannya, Kepala Subsi Bimkemaswat Lapas Kelas IIA Bengkulu, M. Kevin Yosiva, menyampaikan bahwa PKBM merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan pembinaan kepribadian sekaligus peningkatan kualitas pendidikan bagi warga binaan.

 

“PKBM merupakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan pembinaan kepribadian dan peningkatan kualitas pendidikan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, sehingga mereka memiliki bekal ketika telah selesai menjalani pidana nanti,” ujar Kevin.

 

Ia menjelaskan, pelaksanaan pendidikan kesetaraan bagi WBP juga sejalan dengan salah satu program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memberikan akses pendidikan bagi warga binaan.

 

Menurutnya, pendidikan tidak hanya menjadi sarana untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses perubahan diri dan persiapan warga binaan untuk menjalani kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.

 

Kevin berpesan kepada seluruh peserta PKBM agar mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh dan tidak memandang kegiatan belajar hanya sebagai kewajiban selama berada di Lapas.

 

“Jangan melihat kegiatan belajar sebagai suatu kewajiban semata, tetapi jadikanlah sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan tidak ada kata terlambat untuk berubah,” pesannya.

 

Ia juga mengingatkan warga binaan untuk memanfaatkan waktu selama menjalani masa pidana dengan melakukan berbagai kegiatan positif. Kedisiplinan dalam mengikuti pembelajaran, menghormati tenaga pendidik, serta keberanian untuk bertanya ketika belum memahami materi dinilai penting dalam menunjang keberhasilan proses pendidikan.

 

Lebih lanjut, Kevin berharap program PKBM dapat memberikan bekal yang bermanfaat bagi warga binaan, baik dari sisi pendidikan maupun keterampilan. Dengan demikian, setelah selesai menjalani masa pidana, mereka dapat kembali kepada keluarga dan masyarakat dengan membawa perubahan positif.

 

“Kita berharap kegiatan PKBM ini dapat menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan, sehingga Warga Binaan dapat menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, bertanggung jawab, dan siap kembali ke masyarakat,” katanya.

 

Pada kesempatan tersebut, Lapas Kelas IIA Bengkulu juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga pendidik dari PKBM Songo Langit serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Dukungan dan dedikasi para pendidik dinilai memiliki peran penting dalam memberikan akses pembelajaran bagi warga binaan.

 

Melalui pelaksanaan PKBM secara berkelanjutan, Lapas Bengkulu berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai salah satu instrumen pembinaan untuk membangun perubahan positif, meningkatkan kualitas diri warga binaan, serta mempersiapkan mereka agar mampu kembali berkontribusi secara baik di tengah keluarga dan masyarakat.

Share post ini