Bengkulu – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu dalam memberikan pelayanan kesehatan yang humanis dan berkeadilan terus diwujudkan melalui perhatian khusus kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lanjut usia (lansia). Sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan kelompok rentan, Lapas Bengkulu kembali melaksanakan pembagian extra fooding kepada para WBP lansia di Blok C (Blok Raharjo), Kamis (06/08).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh petugas perawat Lapas Bengkulu yang didampingi Komandan Jaga. Dalam kegiatan itu, para WBP lansia menerima tambahan asupan gizi berupa susu Anlene dan biskuit sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan nutrisi harian guna meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi warga binaan, khususnya kelompok lansia, merupakan salah satu prioritas yang terus diperkuat. Menurutnya, usia lanjut memerlukan perhatian lebih, baik dari sisi kesehatan, gizi, maupun pemantauan kondisi fisik secara berkala.
"Pemberian extra fooding ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap warga binaan lanjut usia agar kondisi kesehatannya tetap terjaga. Kami ingin memastikan bahwa mereka memperoleh hak pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi yang layak selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas," ujar Julianto.
Ia menambahkan, pemberian makanan tambahan menjadi bagian dari program pelayanan kesehatan yang dilakukan secara berkesinambungan oleh Klinik Pratama Lapas Bengkulu. Program ini sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat serta meningkatkan kualitas hidup warga binaan, terutama mereka yang termasuk kategori rentan.
Selain mendistribusikan makanan tambahan, petugas kesehatan juga melakukan pemantauan kondisi para lansia dan memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga pola makan, aktivitas fisik ringan, serta kepatuhan terhadap pengobatan bagi warga binaan yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan positif dari para WBP lansia yang merasa terbantu dengan perhatian yang diberikan oleh petugas. Kehadiran perawat bersama komandan jaga juga menjadi wujud sinergi dalam memastikan pelayanan kesehatan dapat menjangkau seluruh warga binaan secara optimal.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Bengkulu berharap kondisi kesehatan para WBP lansia tetap terjaga sehingga mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian program pembinaan dengan baik. Langkah tersebut juga sejalan dengan komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menghadirkan layanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak dasar warga binaan.