Skip ke Konten

Kalapas Bengkulu Paparkan Analisis dan Evaluasi Kinerja Semester I 2026, Perkuat Komitmen Tingkatkan Kinerja Pemasyarakatan

6 Juli 2026 oleh
Lapas Bengkulu

Bengkulu – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, bersama jajaran pejabat struktural mengikuti Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) Capaian Kinerja Semester I Tahun 2026 yang diselenggarakan secara virtual, Senin (6/7). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja selama enam bulan pertama sekaligus menyusun langkah-langkah percepatan dalam menghadapi Semester II Tahun 2026.

 

Rapat yang diikuti oleh seluruh satuan kerja pemasyarakatan wilayah Bengkulu tersebut bertujuan untuk mengukur capaian kinerja, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, serta merumuskan strategi peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan agar sejalan dengan target kinerja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Lapas Kelas IIA Bengkulu memaparkan berbagai capaian kinerja Semester I Tahun Anggaran 2026. Di bidang pengelolaan anggaran, Lapas Bengkulu berhasil mencatatkan Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) sebesar 99,34 persen, dengan kualitas perencanaan anggaran mencapai 100 persen, kualitas pelaksanaan anggaran sebesar 99,18 persen, dan kualitas hasil pelaksanaan anggaran mencapai 100 persen.

 

Pada aspek keamanan dan ketertiban, Lapas Bengkulu terus mengoptimalkan pelaksanaan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui penggeledahan rutin, razia serentak, pelaksanaan tes urine bagi petugas maupun warga binaan, serta penguatan pengawasan internal. Hingga Semester I Tahun 2026, hasil penggeledahan menunjukkan tidak ditemukannya narkotika di dalam lapas, sementara seluruh hasil tes urine terhadap petugas dan warga binaan dinyatakan negatif.

 

Di bidang pembinaan, Lapas Bengkulu juga terus mengembangkan program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk pertanian, hidroponik, perikanan, dan peternakan. Program tersebut telah menghasilkan panen kangkung sekitar 500 kilogram yang dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas dan Rutan Bengkulu serta mendukung penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

 

Selain itu, berbagai inovasi pelayanan publik terus dilakukan melalui peningkatan kualitas sarana layanan kunjungan, pelaksanaan survei Indeks Persepsi Korupsi (IPK) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), serta pembangunan dapur sehat yang telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada warga binaan. 

 

Meski demikian, Lapas Bengkulu juga menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, di antaranya keterbatasan sumber daya manusia, khususnya petugas pengamanan dan tenaga kesehatan, kendala integrasi sistem data, serta keterbatasan anggaran pembinaan dan operasional. Berbagai kendala tersebut menjadi bahan evaluasi untuk penyusunan strategi peningkatan kinerja pada semester berikutnya.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menegaskan bahwa hasil evaluasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

 

"Evaluasi semester ini menjadi bahan refleksi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan di berbagai bidang. Seluruh jajaran berkomitmen meningkatkan profesionalisme, memperkuat pengamanan, mengoptimalkan pelayanan publik, serta mendukung penuh pelaksanaan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan agar target kinerja tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal," ujar Julianto.

 

Melalui kegiatan analisis dan evaluasi tersebut, Lapas Kelas IIA Bengkulu optimistis mampu mempertahankan capaian kinerja yang telah diraih sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan, tata kelola organisasi, serta reformasi birokrasi guna mewujudkan pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berintegritas.

Share post ini