BENGKULU – Wujud kepedulian terhadap kondisi kesehatan warga binaan kembali ditunjukkan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, yang menyempatkan diri berbincang hangat dengan seorang warga binaan yang tengah menjalani proses pemulihan kesehatan di halaman depan Klinik Pratama Lapas Bengkulu, Selasa (14/07/2026).
Warga binaan tersebut diketahui baru beberapa hari kembali ke Lapas setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pada pagi hari, ia diarahkan petugas kesehatan untuk berjemur sebagai bagian dari proses pemulihan kondisi fisiknya.
Melihat hal tersebut, Kalapas Julianto Budhi Prasetyono menghampiri dan menyapa warga binaan dengan penuh kehangatan. Dalam suasana santai, Kalapas menanyakan kondisi kesehatannya sekaligus memberikan motivasi agar tetap bersemangat menjalani masa pemulihan.
"Kesehatan adalah hal yang utama. Ikuti semua arahan petugas kesehatan, tetap semangat, berpikir positif, dan manfaatkan waktu pembinaan dengan sebaik-baiknya. Jadikan pengalaman ini sebagai pengingat untuk menjaga kesehatan dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik," pesan Kalapas.
Tak hanya memberikan semangat, Kalapas juga berpesan agar warga binaan senantiasa menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan yang telah disediakan sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta tidak ragu menyampaikan keluhan apabila kondisi kesehatannya mengalami perubahan.
Suasana obrolan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran Kalapas secara langsung menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan moral bagi warga binaan yang sedang menjalani proses pemulihan.
Kalapas Julianto Budhi Prasetyono menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang harus dipenuhi secara optimal. Lapas Kelas IIA Bengkulu terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, humanis, dan profesional melalui Klinik Pratama Lapas serta sinergi dengan rumah sakit rujukan apabila diperlukan.
Pendekatan yang humanis tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya mengutamakan aspek keamanan, tetapi juga memperhatikan kesehatan, kesejahteraan, dan pembinaan kepribadian warga binaan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.
Melalui perhatian sederhana namun bermakna seperti ini, Lapas Kelas IIA Bengkulu berharap setiap warga binaan merasakan kehadiran negara dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pembinaan yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan serta mendukung pelaksanaan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan pemenuhan hak-hak warga binaan secara optimal.