Bengkulu – Malam Ramadan menghadirkan suasana yang menenangkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu. Usai menunaikan salat tarawih, Jumat (27/02), lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar mengalun lembut dari Masjid An-Nur. Sejumlah warga binaan yang merupakan santri dengan khusyuk melaksanakan tadarusan bersama, mengisi malam dengan ibadah dan perenungan.
Duduk bersila sambil memegang mushaf, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) santri membaca Al-Qur’an secara bergiliran. Suasana hening dan penuh ketenangan menyelimuti masjid, menciptakan ruang spiritual yang mendalam di balik tembok pembinaan. Tadarusan ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan ketenangan batin selama menjalani masa pidana.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, menyampaikan bahwa kegiatan tadarus tersebut merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian berbasis keagamaan, khususnya bagi warga binaan yang berstatus santri.
“Melalui tadarusan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketenangan jiwa. Al-Qur’an menjadi media refleksi bagi para santri warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Julianto.
Ia menambahkan, pembinaan spiritual di bulan Ramadan diharapkan mampu membentuk karakter warga binaan agar lebih sabar, disiplin, dan memiliki kesadaran untuk berubah ke arah yang positif. Menurutnya, suasana religius yang terbangun menjadi energi moral yang sangat berharga dalam proses pembinaan.
Di balik sunyi malam dan jeruji besi, cahaya Al-Qur’an terus menyala di hati para santri warga binaan. Ramadan pun menjadi momentum untuk menata kembali langkah hidup, menumbuhkan harapan, dan memperkuat keyakinan bahwa setiap insan selalu memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik.