Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu mengikuti kegiatan pertemuan dan silaturahmi bersama Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang baru, M. Maulana Bungaran, secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mempererat komunikasi, membangun sinergi, serta memperkuat koordinasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Bertempat di Aula Lapas Kelas IIA Bengkulu, kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pegawai dengan penuh perhatian. Meskipun dilaksanakan secara virtual, seluruh peserta tetap mengikuti jalannya pertemuan dengan khidmat sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan dan arah kebijakan baru di lingkungan kementerian.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sosok Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang baru sekaligus mempererat hubungan antara pimpinan pusat dengan seluruh jajaran di wilayah. Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan terbangun komunikasi yang semakin terbuka dan solid dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian maupun pemasyarakatan.
Kehadiran M. Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang baru diharapkan dapat membawa semangat serta penguatan dalam pelaksanaan program kerja kementerian. Sinergi antara jajaran pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) menjadi salah satu elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Jajaran Lapas Kelas IIA Bengkulu menyambut baik kegiatan tersebut dan berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan serta program kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Komitmen ini diwujudkan melalui peningkatan kinerja, kedisiplinan, integritas, serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan.
Melalui pertemuan dan silaturahmi ini, diharapkan semangat kebersamaan dan soliditas seluruh jajaran Pemasyarakatan semakin kuat. Lapas Kelas IIA Bengkulu siap terus bergerak, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin maju, humanis, dan berorientasi pada pelayanan prima.